Pasar Kosambi menjadi salah satu proyek dari 12 proyek terbaik dalam ajang West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Hal ini disampaikan tim penilai dalam kegiatan On-site Visit Pasar Kosambi yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026.
Proyek terbaik tersebut terdiri dari berbagai sektor, mulai dari sektor pasar, pengelolaan sampah, rumah sakit, penyediaan air minum, galangan kapal, dan penerangan jalan umum (PJU).
Kegiatan peninjauan lapangan di Pasar Kosambi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman, Kepala Kanwil Bank Mandiri Jawa Barat Adityo Wicaksono, Kepala DPMPTSP Kota Bandung Eric M. Atthauriq serta Dirut Perumda Pasar Juara Kota Bandung Pradana Aditya Wicaksana.
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar menyampaikan proses penjurian WJIC 2026 yang melibatkan tidak hanya unsur pemerintah, tapi juga melibatkan unsur calon investor.
"Pada West Java Investment Challenge 2026 ini, juri atau kuratornya selain dari unsur pemerintah, juga melibatkan lebih banyak unsur calon investornya. Jadi dari unsur BKPM ada, dari unsur pemerintah ada, tapi kita lebih banyakkan lagi unsur-unsur calon investornya. Sekaligus dia mengkurasi, menjadi juri, sekaligus mendalaminya," ujar Muslimin.
Kolaborasi Strategis dan Penandatanganan LOI
Momentum penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Bank Mandiri dan Perumda Pasar Juara Kota Bandung selaku project owner Pasar Kosambi. Kerja sama ini membuka gerbang bagi keterlibatan sektor perbankan yang lebih luas dalam membiayai dan mengembangkan potensi ekonomi kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa kehadiran investor perbankan seperti Bank Mandiri akan memfasilitasi ragam model bisnis yang dinamis di Pasar Kosambi.
"Ini kita sedang berdiskusi dan sudah menandatangani Letter of Intent. Untuk Bank Mandiri mulai mencari kemungkinan kerja sama investasi dengan Pasar Kosambi. Di Pasar Kosambi ini kan sudah ada pelaku seperti Kang Roby yang mengelola Hallway, tetapi ada juga para pedagang lepas, ada juga pedagang pasar tradisional, nah ini akan menjadi sebuah peluang investasi dengan bentuk bisnis model yang bervariasi," ungkap Farhan.
Farhan menambahkan, variasi model bisnis ini nantinya akan divalidasi langsung oleh pihak perbankan guna memastikan aspek profitabilitasnya, sekaligus menarik nasabah potensial yang mampu menggerakkan ekosistem bisnis setempat.
Menata Ulang Tata Kelola dan Integrasi Transportasi
Selain aspek komersial, Pemkot Bandung menyoroti krusialnya pembenahan tata kelola kawasan. Pasar Kosambi dinilai memegang peran strategis karena berada tepat di jalur lintasan dua arah Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah disiapkan penataannya.
"Buat saya yang paling penting adalah tata kelola. Sekarang sudah bagus kelihatannya, tapi tata kelolanya belum optimal. Karena ini salah satu yang menjadi titik krusial untuk penataan BRT itu di sini. Ini dua arah BRT," tegas Farhan.
Melalui rangkaian on-site visit WJIC 2026 yang dilakukan secara bertahap sepanjang September ini, verifikasi terhadap status lahan, infrastruktur pendukung, dan kesiapan teknis diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kriteria Clean and Clear (CnC).
Kehadiran kepala daerah secara langsung di lapangan merupakan bagian penting yang diharapkan dapat memperkuat komitmen percepatan realisasi investasi melalui dukungan kebijakan, perizinan, infrastruktur, dan penyelesaian hambatan sehingga proyek tersebut memenuhi tingkat kesiapan dan kriteria CnC. (MinRN)