Menjembatani Visi dan Peluang Masa Depan, Pemkot Bandung Gelar Investor Day 2026

Tim Kerja Penanaman Modal

19 August 2026
84
OSS, Perizinan Berusaha, PBBR
Investor Day 2026

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Investor Day 2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Grandia Bandung.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kedua dalam Trilogi Investasi yang dirancang khusus sebagai platform interaksi strategis (temu bisnis) antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor. Mengusung tema “Bridging Vision and Opportunity For Bandung's Investment Future”, acara ini menjadi wadah yang menjembatani arah pembangunan kota bandung dengan berbagai potensi dan peluang investasi yang ditawarkan kepada calon investor.

 

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric M. Atthauriq, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pemilik proyek, dan dunia usaha.

 

"Investor Day juga menjadi media untuk memperkenalkan proyek-proyek potensial di Kota Bandung serta membuka ruang bagi para calon investor untuk mengenali, mengkaji, dan menjajaki peluang kerja sama yang ditawarkan," tutur Eric.

 

Insentif, Cagar Budaya hingga Konektivitas Terpadu

Perhelatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dalam pemaparannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung kini membuka pintu seluas-seluasnya bagi para investor, didukung dengan infrastruktur yang semakin matang seperti pembukaan akses bandara, penataan pasar tradisional, serta konektivitas transportasi yang terintegrasi melalui jalur udara, kereta api, hingga akses tol.

 

Farhan juga menyampaikan bahwa Pemkot Bandung menyiapkan terobosan insentif khusus untuk menarik minat investor.

“Kami juga akan memberikan insentif berupa PBB satu rupiah untuk gedung-gedung yang masuk dalam cagar budaya dan sudah menerima SK dari pemerintah Kota Bandung. Sehingga akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakteristik sama sekali,” ujar Farhan.

 

Ia juga menambahkan bahwa fokus investasi utama diarahkan pada sektor pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, jasa, edukasi, serta teknologi.

 

“Peluang terbesar tentunya tetap di sektor turisme dan perdagangan dan tentu saja investasi yang masuk itu nanti akan menguatkan sebuah bentuk ekosistem berusaha yang kuat. Salah satu yang peluang juga adalah kita ingin fokus di dunia pendidikan tinggi. Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di kota Bandung, kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar kota Bandung untuk berkuliah di kota Bandung, karena sekarang fasilitasnya sudah sangat banyak untuk terkoneksi. Baik lewat pesawat, lewat kereta maupun lewat gerbang tol. Bandung sudah sangat terkoneksi dengan sangat baik,” jelas Farhan.

 

Penguatan UMKM dan Rantai Pasok Industri

Acara ini turut menghadirkan Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rakhmat Yulianto, sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker). Rakhmat mengapresiasi keunggulan Kota Bandung yang memiliki UMKM berkualitas tinggi, bahkan beberapa di antaranya telah menembus pasar nasional hingga global.

 

Ia menekankan pentingnya skema kemitraan melalui kewajiban bagi perusahaan pemanfaat insentif fiskal untuk bermitra dengan UMKM lokal yang terintegrasi langsung dengan supply chain industry.

 

"Jawa Barat masih menjadi salah satu tempat berinvestasi yang paling besar di Indonesia dan tentunya membutuhkan dukungan Kota Bandung yang memiliki begitu banyak talenta di bidangnya masing-masing," ungkap Rakhmat.

Proyek Prioritas Kota Bandung

Dalam Investor Day 2026, Pemkot Bandung menawarkan sejumlah proyek prioritas yang terbagi menjadi dua kategori utama dengan skema kerja sama yang menarik:

1.    Aset Pemerintah Daerah:

  •       Sekemala Integrated Farming

  •       Penyediaan Infrastruktur Prasarana Transportasi (JPO & Shelter Bike Share)

  •       Kampung Wisata Kreatif Pasir Kunci

  •       Rumah Susun Sadang Serang

2.    Aset Non-Pemerintah Daerah:

  •        Aset Komplek Pabrik Kina PT. Kimia Farma (Persero) Tbk

  •        Aset Ruko PT. Kimia Farma (Persero) Tbk

  •        Aset IFG Life, Jl. Gatot Subroto

 

Kolaborasi Lintas Sektor dan One on One Meeting

Investor Day 2026 dihadiri oleh para pemangku kepentingan lintas sektor untuk memastikan efektivitas bisnis (matchmaking), yang meliputi perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Pemprov Jawa Barat, investor PMA dan PMDN, asosiasi bisnis nasional dan internasional, sektor perbankan, BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah terkait.

 

Melalui mekanisme One on One Meeting, para investor diberikan keleluasaan untuk berdiskusi secara mendalam dan langsung dengan para pemilik proyek, membahas skema kerja sama, serta menjajaki peluang tindak lanjut investasi.

 

Melalui perhelatan ini, Pemkot Bandung optimis jejaring kemitraan akan semakin luas, melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan, serta memberikan nilai tambah nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Bandung di masa depan.(MinRN)