Peluang Investasi Kesehatan di Bandung Timur: Siapkan 3,4 Hektar Lahan Clean and Clear untuk Proyek Rumah Sakit Derwati

Tim Kerja Penanaman Modal

10 September 2026
80
OSS, Perizinan Berusaha, PBBR
On Site Visit Kawasan Proyek RS Derwati

Kawasan Proyek Rumah Sakit Derwati menjadi salah satu proyek dari 12 proyek terbaik dalam ajang West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Hal tersebut disampaikan ketika tim penilai melaksanakan kunjungan lapangan (on-site visit) pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan peninjauan lapangan di kawasan proyek RS Derwati ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman, Kepala DPMPTSP Kota Bandung Eric M. Atthauriq serta Dirut PT Bandung Infra Investama (PT. BII) Asep Wawan Dharmawan.

Potensi Strategis dan Pengisian Kesenjangan Layanan Kesehatan

Pengembangan RS Derwati merupakan salah satu dari 12 proposal investasi terbaik dalam ajang WJIC 2026 yang tengah dikurasi ketat untuk menembus jajaran top 5. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai gap filler untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Bandung Timur.

Kehadiran rumah sakit ini dipastikan tidak akan memicu persaingan tidak sehat dengan tujuh fasilitas medis lain yang telah beroperasi di sekitarnya. Kuncinya terletak pada spesialisasi layanan yang dihadirkan.

"Nanti yang perlu didorong adalah selain empat kewajiban layanan klinis, juga harus ada keunggulan, baik itu dalam strata madya, utama dan paripurna, khususnya untuk keunggulan di bidang penanganan jantung, kanker, ginjal dan juga wellness dan estetik," ujar Muslimin.

Ia menambahkan, apabila keempat keunggulan tersebut berhasil menggandeng mitra yang tepat, fasilitas ini akan menjadi daya tarik lintas wilayah tanpa mematikan potensi pasien di rumah sakit sekitar. Langkah sinergis ini diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan Kota Bandung secara khusus, sekaligus menyokong target strategis nasional dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

Kolaborasi Pendanaan dan Komitmen Pemerintah

Momentum penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Bank BRI dengan PT BII selaku project owner Kawasan Proyek RS Derwati. Kerja sama ini membuka gerbang bagi keterlibatan sektor perbankan untuk membiayai dan memaksimalkan potensi ekonomi kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas instansi yang dimotori oleh Bank Indonesia dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu pemenuhan layanan dasar kesehatan publik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD atau dari pemerintah saja, tetapi kita bisa berkolaborasi untuk menjadikan pelayanan ini menjadi lebih baik lagi. Dan kami dari Pemerintah Kota pasti akan mendukung terkait dengan hal ini, dengan beberapa hal yang memang akan dilakukan seperti nanti kita akan memperbaiki atau menambah infrastruktur yang ada di sini," tegas Iskandar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik Kurohman, menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek mengingat tingkat okupansi tempat tidur (bed occupancy rate) rumah sakit eksisting yang masih tinggi, berpadu dengan dinamika bonus demografi di Kota Bandung.

"Yang paling penting, segera terwujud ya, terutama tadi dari sisi layanan tingkat bed occupancy rate-nya tinggi. Dan kemudian juga ada bonus demografi di Kota Bandung sehingga kita harus memberikan layanan yang lebih baik lagi. Kami inginkan sesegera mungkin, diawali LOI tadi antara pemerintah Kota Bandung, Provinsi, BI dan kemudian juga calon investor. Nah, ini adalah key point untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya," ungkap Dedi.

Kesiapan Lahan dan Legalitas Tata Ruang

Dari sisi kesiapan proyek, Direktur Utama PT BII, Asep Wawan Dharmawan, memastikan bahwa lahan seluas 3,4 hektar yang dipersiapkan telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan tata ruang secara clean and clear.

"HPL-nya ini adalah clean and clear dari sisi tata ruang wilayah perencanaan. Jadi kawasan ini masuk wilayah perencanaan K2, perdagangan dan jasa," pungkas Asep.

Melalui kunjungan lapangan WJIC 2026 ini, RS Derwati tidak hanya siap bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di Bandung timur, tetapi juga sebagai katalisator baru pertumbuhan ekonomi daerah yang mengandalkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah, investor, dan perbankan.(MinRN)