Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan promosi investasi daerah, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Bandung Investment Summit (BIS) 2025 yang bertempat di Trans Luxury Hotel, Selasa (25/11/ 2025).
Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric M. Athauriq dalam laporannya menyampaikan bahwa Bandung Investment Summit merupakan puncak dari seluruh rangkaian Trilogi Inisiatif Investasi. “Sebagai hasil nyata dari serangkaian dialog yang telah dilakukan sebelumnya, pada momen krusial ini, calon-calon mitra potensial hadir untuk secara resmi menyatakan minat keterlibatan lebih lanjut terhadap peluang investasi yang ditawarkan. Deklarasi ini merupakan langkah awal yang fundamental dalam mewujudkan kerja sama yang sukses dan berkelanjutan di masa depan,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi mengapresiasi atas terselenggaranya acara Bandung Investment Summit 2025 dan berharap acara ini bukan sekedar ajang promosi investasi, tapi juga menjadi bagian penting untuk ruang kolaborasi yang sangat strategis untuk menentukan arah Kota Bandung ke depan.
Dalam sambutannya, Asep Mulyadi menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Kota Bandung berada pada fase yang sangat penting. Menurutnya yang pertama adalah kebutuhan investasi hijau. Kemudian yang kedua adalah transformasi digital dan smart city yang menuntut integrasi sektor. Yang ketiga adalah munculnya pertumbuhan UMKM yang harus memasuki rantai pasok modern agar naik kelas di Kota Bandung. Kemudian keempat adalah perlunya Kota Bandung bukan sekedar memperkuat daya tahan, tapi mampu menyesuaikan beradaptasi untuk menghadapi tekanan ekonomi global.
BIS 2025 diresmikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pada kesempatan tersebut, Beliau memaparkan terkait Bandung Teknopolis yang merupakan pengembangan ekonomi di kawasan Bandung Timur. Beliau menjelaskan bahwa di kawasan ini akan hadir Rumah Sakit Khusus Wellness and Beautification yang pertama di Kota Bandung.
Lanjut Wali Kota Bandung menjelaskan bahwa potensi yang dimiliki daerah Bandung Timur ini sangat besar. “Sejauh ini yang berhasil memanfaatkan baru KCIC, Summarecon dan PT Persib Bandung Bermartabat. Kami punya lahan 1,7 hektar milik pemerintah yang akan kami tawarkan juga kepada para investor apabila anda memiliki teknologi pengolahan sampah,” jelasnya.
Terakhir Wali Kota Bandung menyatakan bahwa Kota Bandung masih tetap menjadi kota paling menarik untuk investasi di bidang properti, konstruksi, jasa, perdagangan dan akomodasi. “Sektor tourism yang kami incar adalah sektor Meeting Incentives Conventions and Exhibitions (MICE). Pada saat bersamaan, kebutuhan infrastruktur tidak hanya kebutuhan infrastruktur fisik, akan tetapi juga kebutuhan infrastruktur telekomunikasi, kebutuhan infrastruktur kesehatan dan kebutuhan infrastruktur Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL),” tutup Beliau.
Bandung Investment Summit 2025 diselenggarakan dengan beberapa rangkaian acara, diantaranya adalah talkshow dengan tema “Smart Investment for Bandung’s Smart Future” yang menghadirkan Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Achmad Dirgantara dan Kepala Divisi TJSL, HSE, Aset dan Umum PT Biofarma, Hidayat Setiadji. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang, tantangan, dan strategi investasi di Kota Bandung, baik dari perspektif pelaku usaha maupun dari sisi pengembangan pasar modal sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan.
Sesi lainnya adalah telah dilaksanakannya penandatangan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Bursa Efek Indonesia dan penandatanganan minat investasi terhadap proyek yang ditawarkan di acara Investor Day. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan kepada para investor yang telah berhasil merealisasikan investasinya sepanjang tahun 2024 di Kota Bandung, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dengan diselenggarakannya Bandung Investment Summit 2025 sebagai pamungkas dari rangkaian kegiatan promosi investasi daerah, diharapkan dapat mewujudkan investasi berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja seluas-luasnya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung. (MinRN)