Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dari ketergantungan bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi secara komprehensif. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub (BCH), Selasa (20/10).
"Pendidikan dan pemberdayaan mutlak untuk mengatasi kemiskinan dari seluruh siklus yang senantiasa kita hadapi. Karena ketika kita mengandalkan bantuan sosial terus-menerus, kita akan mengalami nasib yang sama seperti di berbagai negara di Eropa dan belahan dunia lainnya. Pada akhirnya masyarakat yang seharusnya masih produktif tidak mendapatkan ruang," tegas Muhaimin.
Menko Muhaimin menambahkan bahwa tugas pemerintah adalah menyiapkan infrastruktur serta sarana prasarana hulu hingga hilir guna memungkinkan tumbuh kembangnya pelaku usaha baru.
"Ini yang disebut sebagai arah baru dari upaya kita mengatasi kesejahteraan masyarakat, tidak saja bergantung pada bantuan sosial. Oleh karena itu, dalam Prokesra kita juga memiliki target. 2 target utama: muncul dan berkembangnya pelaku usaha baru. Yang ke-2, para pelaku usaha mendapatkan ruang seluas-luasnya untuk tumbuh. Mulai dari kapasitas, akses bahan baku, teknologi, pasar, ini menjadi satu kesatuan yang tidak terelakkan," pungkasnya.
Sinergi dengan Konsep One Stop Service
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd., menyampaikan komitmen Pemkot Bandung dalam menyelaraskan program daerah dengan visi pemerintah pusat melalui penguatan ekosistem UMKM.
"Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun kemampuan agar masyarakat berkembang mandiri. Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil dan menengah. Di Kota Bandung ini, kami punya program di 30 kecamatan, namanya UMKM Center. Di dalamnya kami membangun pusat inkubasi bisnis dan sentra kuliner. Para peserta UMKM kami didik bisa menjadi UMKMnya naik kelas," ujar Erwin.
Erwin menyambut baik pengembangan Perintis Berdaya Connect Bandung yang bersinergi dengan Bandung Creative Hub, melalui konsep pelayanan terpadu atau one stop service. Pelaku usaha diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelatihan, pendampingan, pengembangan pasar, legalitas dan pembiayaan. Pemkot Bandung juga menggalakkan program MAREMA (Maju Rame-rame Bersama Digital Marketing) untuk melatih pemasaran digital di TikTok dan Instagram, serta program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) bagi keluarga penerima bansos.
Parameter UMKM "Naik Kelas"
Hingga saat ini, PBC Bandung mencatatkan capaian nyata dengan memfasilitasi 38 kegiatan peningkatan kapasitas dan 2 kegiatan temu bisnis, melibatkan 21 mitra lintas sektor, serta memberikan dampak langsung kepada 2.370 pelaku usaha.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menekankan bahwa standar keberhasilan UMKM naik kelas mencakup berbagai aspek produktivitas.
"Naik kelasnya itu bukan sekedar omset yang bertambah, tapi produktivitas yang naik. Yang laporan dan pencatatan keuangannya belum begitu baik, harapannya bisa jadi lebih baik. Yang sebelumnya mempekerjakan orang tidak sebanyak sekarang bisa mempekerjakan orang lebih banyak. Jadi parameter naik kelasnya cukup banyak, tapi akan kita kawal sama-sama," ungkap Leontinus.
Pengentasan Kemiskinan Terpadu melalui Sekolah Rakyat
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa model pengintegrasian bansos dengan pemberdayaan ini juga dihubungkan secara erat dengan program strategis Presiden, yaitu Sekolah Rakyat.
"Hari ini menjadi contoh bagaimana bansos disambungkan secara utuh dengan pemberdayaan. Dimulai, salah satunya dari program strategis Bapak Presiden: Sekolah Rakyat. Sekolah rakyat ini belum banyak yang tahu, tetapi perlu saya informasikan adalah bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas" terang Saifullah Yusuf.
Pilot project pemberdayaan orang tua siswa Sekolah Rakyat ini dimulai dari 100 orang tua siswa di Bandung, sebagai percontohan bagi 44 ribu siswa yang tercatat secara nasional.
Melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, lembaga filantropi, dan lembaga pembiayaan, Kota Bandung optimistis dapat memberikan ruang bagi tiap warga untuk berdaya dan berkontribusi bagi kemajuan bersama, maju kotanya, bahagia warganya.(MinRN)